Masyarakat Indonesia sebagian besar mengkonsumsi nasi untuk makanan pokoknya. Bagi sebagian orang, nasi tidak terlalu penting.. yang penting lauk ditemani nasi, atau yang penting kenyang.

Coba saja, makan mie instan pake nasi
makan bakso pake nasi
makan sushi pake nasi.. #wow
makan nasi goreng pake nasi #luar biasa

Tapi bagi sebagian orang lainnya, nasi begitu penting. Dari cita rasanya, wanginya, teksturnya, cara mengolahnya pun sangat detail dan diperhatikan.

Urusan nasi memang urusan selera, namun sebagai ibu rumah tangga paling tidak mempunyai pengetahuan tentang cara mengolah beras hingga menjadi nasi adalah penting.

Umumnya nasi yang disukai adalah nasi yang pulen dengan tekstur tidak lembek ketika dimakan, putih ddan wangi. Namun juga tidak keras.

Berikut tips memasak nasi dari kora.id selamat menyimak.

1. Pilih dulu berasnya minimal beras premium


Kualitas beras yang dimasak sangat mempengaruhi hasil menjadi nasi. Jadi sebelum memasak pilihlah beras yang memang kualitasnya pulen supaya hasilnya maksimal. Meskipun bisa saja beras medium ke bawah diolah supaya menjadi pulen. Namun tetap lidah tidak bisa bohong.

Contoh beras premium biasanya dikemas dalam ukuran 5 Kg dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah adalah Rp 12.800 Kg dan tertera dalam kemasan. Jenis berasnya Setra Ramos atau Super Kepala.
Merk yang umum contohnya merk : Anak Raja Ukuran 5 kg bisa anda dapatkan di supermarket terdekat atau di aplikasi dari KORA. cek di sini store.kora.id

2. Cuci beras tidak melebihi 3 kali

Beras yang akan diolah ada baiknya tidak perlu dicuci berkali-kali karena dapat mengurangi kandungan gizi dan mengurangi cita rasa beras itu sendiri.

Cara mencuci cukup alirkan air ke wadah penampung beras, buang kotoran dan benda asing. Keruhnya air bukan berarti beras anda kotor. Keruh tersebut disebabkan lapisan terluar beras ikut terkikis namun masih mengadung nutrisi.

3. Takaran air harus pas

Kebanyakan nasi lembek karena kadar air terlalu tinggi pada saat memasak. Untuk aturan jumlah takaran air biasanya sudah tertera pada kemasan beras. Coba cek pada kemasan atau anda dapat melakukan tips ini.

Beras dan ketinggian air saat merendam beras tidak melebihi 1 ruas jari tengah anda. Atau gunakan perbandingan 1:2 yaitu perbandingan 1 gelas beras gunakan 2 gelas air. Jika jenis beras anda bukan jenis premium pulen, maka takaran air dapat berbeda dan seringnya lebih butuh banyak air untuk beras pera.

4. Menambah rempah-rempah atau bumbu tambahan

Nah untuk hal ini juga menyangkut selera masing-masing. Bagi yang menyukai aroma daun pandan atau cita rasa gurih dengan beras pulen bisa ditambahkan dengan sedikit garam, tetesan minyak, potongan cabe, bawang, serai atau daun salam.

Biasanya para koki restoran dengan menu nasi goreng menggunakan nasi yang sedikit di campur satu sendok teh minyak goreng pada saat memasak nasi supaya nasi lebih pulen dan tidak menggumpal.

5. Setelah nasi matang segera diaduk

Proses ini biasanya orang Sunda menyebutnya dengan diakeul. Metodenya adalah sesaat setelah nasi matang segera ditempatkan ke wadah yang luas dan diaduk. Bisa saja diaduk di rice cooker atau tempat menanak nasi.
Kadang ada pula yang dikipas-kipas.

Tujuan metode ini sebenarnya ada 2 yaitu supaya nasi lebih pulen dan tidak cepat basi. Karena uap air yang dikandung nasi segera berkurang setelah diaduk dan terkena angin.
Jadi, jika nasi yang baru matang kemudian tetap ditutup rice cooker dalam kondisi warm, maka uap air tidak akan kemana-mana dan menyebabkan nasi tidak tahan lama dan cepat basi.

Nah, itulah tips yang dapat anda coba di rumah, semoga bermanfaat.

Facebook Official @poskoraID
kora.id
Jualan sembako tanpa stok : kora.id/register